Jalur Pengiriman Truk Yang Terkenal Ekstrim

Setiap jalan yang ada di Indonesia, memiliki kisah tersendiri dari para pengemudi yang pernah melewatinya. Misalnya saja jalan dari Anyer hingga Panarukan, jalan ini memiliki sejarah yang begitu memilukan bagi bangsa Indonesia karena konon jalan ini dibangun dengan mengorbankan begitu banyak nyawa pada masa penjajahan Belanda. Selain itu, berbagai kisah horor juga menyelimuti proses pembangunan jalan. Seperti yang terjadi pada saat pembangunan jalan Tol Cipularang, konon para pekerja kerap diganggu oleh makhluk tak kasat mata.

Ketika jalan telah selesai dibangun, masih ada saja kengerian yang dirasakan oleh para pengguna jalan. Salah satu bentuk dari kengerian jalan tersebut dapat dilihat dari tingginya tingkat kecelakaan yang dialami oleh para pengemudi kendaraan. Semakin banyak jumlah kecelakaan yang terjadi, maka bisa dikatakan semakin horor atau ekstrim pula jalan tersebut.

Nah berkaitan dengan hal – hal di atas, DJSN akan mengajak kalian untuk membahas beberapa jalur ekstrim yang terkenal di Indonesia, terutama jalur – jalur yang kerap dilalui untuk pengiriman truk dan kendaraan besar lainnya.

  1. Tanjakan Sitinjau Lauik

Sitinjau Lauik merupakan sebutan untuk jalan sepanjang kurang lebih 15 kilometer pada jalan lintas Sumatera dengan rute melalui Padang – Arosuka – Solok. Disebut Sitinjau Lauik karena jika Anda melewati sejumlah titik tertentu, Anda bisa memandang keindahan laut sepanjang Pantai Barat di daerah Sitinjau. Sedangkan lauik sendiri berarti laut dalam bahasa Minang. Tanjakan Sitinjau Lauik terlbilang sangat curam karena memiliki tingkat kemiringan hingga 45 derajat. Pada jalur ini terdapat jalan tikungan serta tanjakan yang berlika-liku tajam. Untuk itu, pengemudi yang melewati jalur ini, terutama untuk pengemudi pengiriman truk dan kendaraan besar lainnya, Anda harus tetap berhati-hati dan waspada dengan kondisi sekitar dan kendaraan yang digunakan. Jalur ini juga berpotensi longsor terutama di musim penghujan.

  1. Jalan Cadas Pangeran

Cadas Pangeran merupakan nama sebuah daerah yang menjadi bagian dari bentangan jalan raya yang menghubungkan kota Bandung  hingga kota Sumedang. Kawasan ini terkenal karena kondisi alamnya yang berupa lereng dari batu cadas. Jalur ini kerap kali menimbulkan kecelakaan karena banyaknya tikungan tajam serta kontur jalan yang naik – turun. Cadas Pangeran juga terkenal karena kondisinya yang rawan longsor. Tingkat kriminalitas disini juga sempat menjadi momok bagi supir pengiriman truk atau mobil barang karena banyaknya bajing loncat yang sering mencuri barang bawaan atau spare part kendaraan.

  1. Jalan Lintas Timur Sumatera

Kawasan lintas timur Sumatera terkenal di kalangan para sopir karena keganasan dari preman pungli serta begal yang ada disana. Tak segan – segan, para preman tersebut kerap kali nekat untuk merusak kendaraan pengiriman truk bahkan hingga melukai para sopir jika tidak memberikan uang sesuai permintaan mereka. Seorang supir yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut minimal sekali jalan Ia harus menyiapkan uang sebesar 100 ribu rupiah untuk membayar pungli di sepanjang rute yang Ia lewati. Hal ini tentunya menjadi sebuah dilema dari para supir karena kebanyakan uang untuk pungli tersebut harus mereka rogoh dari kantong mereka sendiri sehingga tentunya akan mengurangi pendapatan. Namun jika tidak diberi, maka nyawa jadi taruhannya.

  1. Jalan Tarahan

Yang terakhir adalah jalan Tarahan di Lampung Selatan. Jalan ini juga tak kalah terkenal dari tanjakan Sitinjau Lauik, hal ini karena adanya kesamaan dari 2 jalan diatas. Kesamaannya yaitu adanya tanjakan maut yang kerap kali memakan korban. Bahkan baru – baru ini, satu keluarga tewas tertabak truk yang hilang kendali saat satu keluarga tersebut sedang berswafoto bersama di pinggir jalan.

By | 2019-11-25T11:22:06+00:00 November 26th, 2019|News|